Kenapa Hasil Cor dengan Triplek Phenolic Lebih Halus dan Rapi

Banyak kontraktor beralih dari triplek biasa ke triplek phenolic untuk bekisting beton karena satu alasan utama: hasil akhir permukaan cor yang jauh lebih halus. Berikut penjelasan kenapa hal ini bisa terjadi.

Lapisan Film yang Diproses Hotpress

Triplek phenolic dilapisi resin phenolic melalui proses hotpress bertekanan dan bersuhu tinggi. Proses ini merekatkan lapisan film secara merata ke permukaan kayu lapis, menghasilkan bidang yang benar-benar rata tanpa pori-pori kasar seperti pada triplek biasa. Saat beton dituang, permukaan inilah yang menjadi cetakan langsung — semakin rata cetakannya, semakin halus pula hasil cornya.

Mengurangi Penyerapan Air dari Campuran Beton

Triplek biasa cenderung menyerap sebagian air dari campuran beton saat proses curing, yang bisa menyebabkan permukaan cor menjadi kasar, berpori, atau bahkan lengket pada cetakan. Lapisan film pada triplek phenolic bersifat water-resistant, sehingga air campuran beton tidak terserap ke dalam kayu. Hasilnya, permukaan cor tetap halus dan proses pelepasan cetakan (demolding) menjadi lebih mudah tanpa merusak permukaan beton.

Efeknya bagi Biaya Proyek

Permukaan cor yang sudah halus sejak awal berarti lebih sedikit pekerjaan plester, aci, atau finishing tambahan. Bagi kontraktor, ini langsung berdampak pada penghematan waktu pengerjaan dan biaya tenaga kerja finishing, terutama pada proyek dengan volume cor yang besar.

Untuk proyek Anda, kami menyediakan triplek phenolic film face Kuda Hitam dalam ketebalan 9mm hingga 18mm, single maupun double face. Hubungi kami untuk cek stok dan harga terbaru.

Scroll to Top